Warga Lebak Diminta Waspada Banjir Dan Longsor

6 05 2011

Logo kabupaten LebakKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Tatang Hidayat meminta warga mewaspadai banjir dan tanah longsor karena curah hujan meningkat seperti prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Selama beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadi bencana alam itu,” katanya di Rangkasbitung, Kamis.

Ia mengatakan, selama ini wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan longsor dan banjir karena memiliki tofografi perbukitan dan pegunungan.

Selain itu juga terdapat delapan daerah aliran sungai (DAS) dan ratusan anak sungai.

Peringatan kewaspadaan itu untuk mencegah korban jiwa apabila hujan deras hingga berjam-jam, sebaiknya warga yang rawan bencana alam mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sebab sepanjang hari Kamis guyuran hujan deras sejak pagi hingga siang menimbulkan kebanjiran sejumlah ruas jalan protokol di Rangkasbitung.

Saat ini turun hujan antara dua sampai lima jam terjadi pagi hingga sore hari.

“Jika hujan terus menerus kami minta warga khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir diminta siaga serta waspada,” katanya.

Desa yang menjadi “langganan” longsor di Lebak tersebar di 41 desa dan banjir 42 desa di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Cibadak Kabupaten Lebak, Ervan Sopyan, mengimbau warga khususnya yang tinggal di daerah aliran sungai Ciberang, Ciujung, dan Cisimeut agar selalu waspada bencana alam itu.

Saat ini beberapa hari terakhir di wilayahnya sering dilanda hujan terjadi pagi hingga sore hari.

“Saya berharap dengan kewaspadaan ini tentu bisa mencegah korban jiwa,” katanya.

Sementara itu, pengamat BMKG Serang, Hadiyanti, mengatakan, selama beberapa hari ke depan diprakirakan curah hujan masih terjadi karena memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Biasanya, kata dia, selama masa peralihan peluang hujan terjadi pagi hingga sore hari.

“Kami minta warga yang tinggal di daerah bencana alam harus meningkatkan kewaspadaan jika hujan turun lebih dari tiga jam,” ujarnya. [sumber:bantenprov.go.id]

 

Tags:


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: