Baduy Bukan Suku Terasing

20 06 2007

perkampungan baduy bantenProvinsi Banten memiliki masyarakat tradisional yang masih memegang teguh adat tradisi yaitu Suku Baduy yang tinggal di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Perkampungan masyarakat Baduy pada umumnya terletak pada daerah aliran sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng – Banten Selatan. Letaknya sekitar 172 km sebelah barat ibukota Jakarta; sekitar 65 km sebelah selatan ibukota Provinsi Banten.

anak-baduy-banten.jpgMasyarakat Baduy yang menempati areal 5.108 ha (desa terluas di Provinsi Banten) ini mengasingkan diri dari dunia luar dan dengan sengaja menolak (tidak terpengaruh) oleh masyarakat lainnya, dengan cara menjadikan daerahnya sebagai tempat suci (di Penembahan Arca Domas) dan keramat. Namun intensitas komunikasi mereka tidak terbatas, yang terjalin harmonis dengan masyarakat luar, melalui kunjungan.

baduy-bercocok-tanam.jpgDalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, masyarakat yang memiliki konsep inti kesederhanaan ini belum pernah mengharapkan bantuan dari luar. Mereka mampu secara mandiri dengan cara bercocok tanam dan berladang (ngahuma), menjual hasil kerajinan tangan khas Baduy, seperti Koja dan Jarog (tas yang terbuat dari kulit kayu Teureup); tenunan berupa selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung serta golok/parang, juga berburu.

puun-baduy.jpgMasyarakat Baduy bagaikan sebuah negara yang tatanan hidupnya diatur oleh hukum adat yang sangat kuat. Semua kewenangan yang berlandaskan kebijaksanaan dan keadilan berada di tangan pimpinan tertinggi, yaitu Puun. Puun bertugas sebagai pengendali hukum adat dan tatanan hidup masyarakat yang dalam menjalankan tugasnya itu dibantu juga oleh beberapa tokoh adat lainnya.

Sebagai tanda setia kepada Pemerintahan RI, setiap akhir tahun suku yang berjumlah 7.512 jiwa dan tersebar dalam 67 kampung ini mengadakan upacara Seba kepada “Bapak Gede” (Panggilan Kepada Bupati Lebak) dan Camat Leuwidamar.

kampungbaduy11.jpgPemukiman masyarakat Baduy berada di daerah perbukitan. Tempat yang paling rendah berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Sehingga dapat dibayangkan bahwa rimba raya di sekitar pegunungan Kendeng merupakan kawasan yang kaya akan sumber mata air yang masih bebas polusi.

Lokasi yang dijadikan pemukiman pada umumnya berada di lereng gunung, celah bukit serta lembah yang ditumbuhi pohon-pohon besar, yang dekat dengan sumber mata air. Semak belukar yang hijau disekitarnya turut mewarnai keindahan serta kesejukan suasana yang tenang. Keheningan dan kedamaian kehidupan yang bersahaja.

Sumber : Buku Masyarakat Baduy Dalam Rentang Sejarah oleh Suhada Penerbit Biro Humas Setda Pemprov Banten. http://bantenonline.com / wongbanten


Actions

Information

26 responses

20 06 2007
anggara

ya bukan, kalau terasing kan diasingkan, dan tidak punya kewarganegaraan. Baduy jelas punya kewarganegaraan lebih tepat jika istilahnya Masyarakat Adat daripada suku terasing

20 06 2007
Agam

mirip dng film The last Samurai ya..
kental dengan adatnya.

20 06 2007
kampret nyasar!

Memang adat dan tradisi adalah rem yang pakem dari resiko larut terhadap jaman dan tatanan kehidupan globalisasi macam sekarang.

Kadang kita perlu juga melihat danmencontoh dari mereka akan bagaimana hidup damai dan bersahaja.🙂

20 06 2007
whitegun

bagus nih, blog yang isinya tentang dokumenter kayak gini yang masih jarang tapi kalo bisa neng jangan hanya tentang banten dunk, tentang daerah lain juga dunk…

21 06 2007
ndarualqaz[lagi lemot, males login]

baduy emang sangat memegang adat [bukan primitif], saya jadi inget, dulu saya juga pernah mengunjungi suku baduy, mereka juga ramah-ramah…..

21 06 2007
suandana

Salut pada konsistensi mereka untuk menjaga adat dan budaya-nya. Yah, semoga dak jadi seperti di Bali ya? Adat dipertahankan karena ada tujuan ‘lain’ (komersialisasi)

21 06 2007
elpalimbani

Ada yang bilang kampung baduy sarat dengan kehidupan mistik. Bener gak sih ?
Maaf tidak punya maksud apa2…🙂

21 06 2007
mathematicse

Btw, saya juga pingin ke sana, ke Baduy, tapi kapan ya? Dulu sewaktu SMA, ada acara jalan-jalan (berkunjung) ke Baduy, tapi saya ga ikutan. Nyesel deh belum tahu….

21 06 2007
blueghie

Jadi pengen ke sana…kapan yach???😀

21 06 2007
peyek

gimana nih peran pihak terkait dalam rangka menjaga dan mempromosikan budaya mereka yang unik itu? apa seperti cerita jadul, nggak ada perhatian sama sekali?

21 06 2007
rendra

Ooo.., Baduy itu di Ciujung to? 4 hari kemarin ke Banten, harusnya mampir ke Ciujunng nih. Pengen tahu orang baduy kayak apa..😀

21 06 2007
Anang

oh nasibmu suku badui

23 06 2007
cakmoki

tatanan seperti saudara-saudara Baduy paptut dipelihara, jangan sampai dicemari berbagai macam kepentingan.
Betapa indahnya keheningan, keindahan alam dan bersahaja serta kedamaian.

26 06 2007
Lilik

Eh saya juga salut deh sama suku Baduy, tadi saya baca koran lokal Jogja, ternyata suku baduy ada yang di Jogjakarta Loh. Di lereng Merapi. mau tau nggak….? Keahliannya melebihi perbakin. Bener tuh.
Urusan ngusir monyet-monyet nakal yang suka gangguin penduduk sekitar, ternyata selama ini untuk ngusir tuh hewan jail harus pake bantuan Perbakin yang jelas pake Dar…der…dor.(Justru si monyet tambah jail).
Tapi ternyata hanya dengan entah diapain(gak mau kasih tau caranya soalnya) tuh hewan nurut. Malahan trus dilatih metik kelapa. Salut dah.

11 07 2007
coMbRo

kemaren anak” komunikasi Untirta angkatan 2006 pergi ke Baduy lho..
jalan buat nyampe ke sana butuh perjuangan banget..!! apalagi kemaren pas kita ke sana ujan turun terus dari pagi sampai siang,jadinya jalannya licciiinnn banget!!
banyak banget temen” yang jatoh..jalan ke baduy luarnya aja licin banget,apalagi jalan ke baduy dalam,lebih licin lagi..!!
kalo mau tau gimana perjalan gue ke Baduy kemaren baca aja di blog gue..
http://combrogendut.blogspot.com

3 08 2007
Rina Adityana

Maaf boleh gak saya tanya kalau mau mengunjungi kampung suku Badui caranya gimana ya?
Karena saya mau membawa siswa-siswa saya untuk melihat kehidupan suku Badui.
Terima Kasih

5 08 2007
wargabanten

Wah.. Asik Sekali dong, Siswa diperkenalkan dengan budaya kita Kebudayaan Baduy. Oke..Berkunjung Ke Baduy SangatLah Mudah. Tidak Perlu Buat Passport dan Sogok sana Sogok Sini. Juga Tidak Perlu Mempersiapkan Tiket Pesawat.. hi..hi.hi…

Ada tiga jalur utama yang dapat mencapai Baduy.
1. Dari arah Bogor langsung arah Jasinga kemudian melewati Cipanas, Gajlug, Muncang, Cisimeut tiba di Ciboleger.

2. Dari Arah Jakarta dapat keluar pintu tol Balaraja Barat kemudian berbelok di Cikande Asem untuk menuju Kopo, Maja dan Rangkasbitung.

3. Dari Arah Serang dapat ditempuh melalui Pandeglang dan Rangkasbitung.
Dari Rangkas bitung ada dua jalur yaitu jalur lewat Cimarga dan jalur lewat Muncang. Untuk saat ini kami sarankan melalui jalur Muncang.

Persyaratannya mudah. Jika tidak sempat izin ke Dinas Pariwisata dan Perhubungan Lebak, maka dapat langsung izin ke Jaro Dainah di Kadu ketug.

Usahakan masuk lewat pintu utama/depan yaitu pintu masuk Ciboleger dengan kampung Baduy pertamanya Kaduketug. Bisa saja lewat belakang, lewat Cikeusik Malingping namun menurut adat itu tidak etis karena
masuk wilayah orang lewat belakang.

6 08 2007
masbro

lewat si udah,.. mampirnya belum:)

6 08 2007
tubagus

ass.wah bagus banget. ternyata banyak hal yang belum saya ketahui di banten.artikernya menarik banget, smoga warga banten melihatnya-amin-was

6 08 2007
tubagus

oh iah kalo ada yang mau ditanyakan tentang jaringan komputer dll,tanyakan ja sama saya,insya allah saya bisa bantu.
name : tb deni sujana
yahoo ID :ebet_1188@yahoo.co.id
alamat : jl.ir.h.juanda RT/RW 02/03 NO. 1
kp(leuwikaung)
ass

10 08 2007
weti

Aduh, jadi penasaran ingin ke baduy,… padahal sejak September 2001 saya tiap hari ke Leuwidamar, tapi gak pernah sampai ke baduy. Mudah-mudah saat bertugas lagi di Leuwidamar 2008 nanti ada kesempatan berkunjung ke sana, salam kenal mbak…

21 09 2007
AD WIJAYA

pengen tau kehidupan warga Baduy Dalam….seolah menerawang menembus masa lalu…Sunda bemula dari Dukuh Pulasari di Pandeglang (Aki Tirem Luhur Mulya) dari tahun 1 saka dan berakhir di banten (Raga Mulya/Pucuk Umun) 1511saka…Sejarah sunda terukir selama 1511 tahun lamanya…mungkin kita bisa menguak lebih dengan mempelajari Suku Baduy Dalam ini…siapa tahu…kita bisa menguak sejarah masa lampau lebih mendalam

salam,

22 09 2007
qizinklaziva

Inget nggak dulu Pemprov Banten pernah ngasih dangdutan di depan warga Baduy yang lagi seba. Sumpah mampus! Gw gak ngerti apa maksudny Pemprov Banten tersebut. Untung yang dikasih cuma lagu dangdut, coba kalo yang diputer lagu Remix…. dicampur sama ekstasinya….. Wah… wah… ancur deh

7 10 2007
Jaya di Kusumah

Salam kenal.
Saya turunan dari kakek yang terlahir di Banten. Saya tergerak sejak lama tapi baru punya kesempatan sekarang intens untuk diri saya. Komitmen saya adalah ingin menjadi ” dutabesar ” suku baduy.
Ayo kita buat program dan rencana apa dan bagaimana untuk saudara kita di baduy tentunya dengan kaidah pinjaman suku baduy sendiri” Pondok teu meunang disambug- panjang teu meunang di potong ” artinya berjalan normal dan wajar serta tidak dibuat-buat.

Rasanya lengkaplah kalau bisa terwujud, selain Lillahitaala, Hamblumin Allah hamblumin nanash. Insya Allah mohon ditanggapi

Salam dari Jaya dikusumah 0816 483 8050

22 10 2007
kubil

yaiyalah… kalau orang yang terpencil ga bakal diketahui orang lain kalau orang baduy sangat terkanal

27 10 2007
ghoblin

Wah rasanya belum pas jadi warga banten klo belum pernah ke baduy,……..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: