Pembangunan Waduk Karian Tenggelamkan 11 Desa Dan 4 Kecamatan

4 03 2007

Lebak — Gubernur Banten, Atut Chosiyah menyatakan, pembangunan Waduk Karian senilai Rp 2,99 triliun akan merelokasi 11 desa dan 4 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Waduk yang direncanakan sejak tahun 1980 diharapkan akan dirampungkan pada tahun 2011. Ke-11 desa dan 4 kecamatan itu dipastikan akan digenangi air sebagai area waduk.
Gubernur Banten, Atut Chosiyah mengemukakan kepastian dimulainya pembangunan Waduk Karian pada acara tasyakuran kemenangan Atut-M Masduki di rumah pribadi Mulyadi Jayabaya, Bupati Lebak, pekan lalu.


Dihadapan ribuan tokoh dan masyarakat Lebak, Gubernur menyatakan Waduk Karian diyakini akan mampu memberikan dampak postif bagi Banten, terutama untuk penyediaan air bersih di Ibukota Provinsi Banten.
“Insya Allah Waduk Karian di Lebak sudah dapat diresmikan penggunaannya pada tahun 2011 mendatang. Selain akan menyadi penyedia air untuk wilayah banten dan DKI Jakarta, keberadaan waduk ini bisa mengatasi masalah banjir yang kerap melanda Banten dan ibukota,” ujar Atut.
Waduk Karian akan memberikan dampak positif lainnya bagi warga Banten dan Lebak khususnya, termasuk percepatan peningkatan ekonomi masyarakat. “Banyak manfaat positif dari keberadaan Waduk Karian ini, termasuk bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar waduk. Bahkan waduk ini bisa juga menjadi daerah tujuan wisata baru sebagaimana halnya Waduk Jati luhur,” ujarnya.
Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya menegaskan agar aparatur pemerintah cermat dalam menyikapi rencana mega proyek Waduk Karian, terutama untuk menghindari adanya calo tanah yang sangat mungkin merebak. “Kepada para camat, jika terbukti terlibat percaloan tanah akan saya tindak tegas. Sebab proyek waduk karian ini harus sukses demi kemajuan Kabupaten Lebak,” katanya.
Di temui secara terpisah, Kasubdin Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lebak, Wahab menjelaskan, total lahan yang diperlukan untuk pembuatan waduk sekitar 1470 hektare yang meliputi 11 desa di empat kecamatan.
Ke 11 desa yang akan direlokasi demi kepentingan pembuaatan waduk itu adalah tersebut adalah Desa Sajira, Sajira Mekar, Sukarame, Sukajaya, Mekarsari, Pajagan, Sindangsari, Calung Bungur, Tambak, Sindang Mulya dan Pasit Tanjung. Desa ini berada di empat kecamatan adalah Sajira, Muncang, Cimarga dan Rangkasbitung.
“Dari ke 11 desa itu, delapan diantaranya berada di Kecamatan Sajira dan masing-masing satu desa dari Kecamatan Muncang, Cimarga, dan Rangkasbitung. Total lahan yang diperlukan sekitar 1470 hektare, dengan rencana anggaran dana sebesar Rp 2,99 trilyun,” ujar Wahab.
Pembangunan Waduk Karian, paparnya diperuntukan bagi pemenuhan air baku atau air bersih di kawasan Tangerang, Serang dan Cilegon, serta memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di DKI Jakarta.Selain itu, Waduk Karian ini untuk meminimalisir banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai Ciujung.
Saat ini, rencana pembangunan sudah memasuki tahap persiapan pembebasan lahan seluas 1.740 hektare, di antaranya 1.200 hektare merupakan areal pemukiman warga dan sisanya sekitar 540 hektar merupakan areal pesawahan dan perkebunan.
“Untuk pelaksanaan fisik baru akan dimulai pada tahun 2009 dan diharapkan selesai tahun 2011. Tim dari Bank Dunia direncanakan akan mengunjungi daerah rencana pembuatan waduk,” katanya.
Sementara itu, Camat Sajira M Yusuf menegaskan, warga desa yang terkena relokasi telah menyatakan kesiapannya untuk berpindah, guna mensukseskan rencana pembangunan Waduk Karian. (nr) Oleh : Asep Alibuni


Actions

Information

4 responses

22 08 2007
toni

kami dari masrakat wong cilik tidak bisa berbuat apa apa, yang artinya kalau memang proyek mega waduk karian ini tujuannya untuk kemaslahatan bersama,bukan untuk memperkaya diri. kami pasti mendukung demi kemajuan bangsa dan negara ini,kalau berbicara kerugian,ga ada korban yang untung yang jelas pasti rugi.tiada kehidupan yang abadi selain di akhirat kelak nanti.
bilahitopik wal’hidaya wasalamu’alaikum wr.wb.
prom masayarakat wong chilik .

22 08 2007
toni

Bendungan dan Bendungan,ada bedungan pasti ada gusuran, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di bantaran sungai ciberang kec.sajira.sejak saya kecil,1981 sudah di hantui dengan rencana pemerintah ini .ga kebayang kalau seandainya terjadi,yang pasti kami buakan saja kehilangan harta gono gini. melainkan/…………………../……………..kelahiran paham dong yang saya maksud.kalau gak goblokuntuk wakil rakyat.
seandainya ada orang penting di negara ini yang tinggal di bantara sungai ciberang .coontohnya soeharto /bung hata lahir di kec sajira gitu.kemungkinana ada yang di panadang.hahahahhahaha.

22 08 2007
toni

kalau memahami pembicaraan para bapa bapa dan ibu ibu di rumah bupati lebak sih, kelihatannya tidak ada satupun wakil rakyat yang merakyat apalagi]
camata kami camat sajira.ko orang kaya gitu di jadiin camat yang gak berwawasan,omongannya itu loh yang gak berbobot. anak SD juga bisa ngomong kaya gitu,gampang banget dia ngomong kaya gitu.coba dia jadi korbannya.pantesan kec.sajira jalan di tempat lawong camatnya kaya gitu, wong gendeng.

22 08 2007
toni

dulu saya pernah mendengarkan pidato bp kami bp jaya baya di kp.genteng ds.pajagan kec.sajira. undangan acara rasulan atau trendnya sedekah alam.
walaupun izazahnya di ragukan tapi kami yakin dia tau pasti apa yang di harapkan masyarakatnya kami selalu men do’akan mu pahlawan lebak.saat ini masa depan kami ada di tanganmu,berjuanglah kesejahteran masyarakatmu.suxes selau untukmu.??????by putra genteng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: