JAMBATAN BULAGOR AMBRUK

20 01 2007

Jembatan yang dibangun dengan dana APBD Pandeglang 2006 sebesar Rp 700 juta itu tidak mampu menahan beban.
Warga yang mau ke sawah dan ke pasar terpaksa ekstra hati-hati melewati badan jembatan yang patah menjadi dua bagian. Warga yang dibantu rekanan proyek yakni CV Eka Karya bergotong-royong membuat jembatan darurat dari balok dan papan di samping jembatan.
Sartawi, warga Kampung Pamatang menceritakan, malam itu warga dikejutkan dengan ledakan suara yang keras. Lantaran penasaran warga keluar untuk mencari tahu asal suara gemuruh karena khawatir air bah datang. Namun warga sangat terkejut ketika melihat jembatan di kampung sudah patah dua. “Untung saja jembatan itu ambruk malam hari sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.


Sementara Mulyadi, tim teknik dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pandeglang yang berada di lokasi mengatakan, jembatan ambruk karena kerap dilalui truk yang mengangkut bahan bangunan dan kayu. Padahal jembatan belum saatnya dilalui kendaraan dengan beban yang berat. “Jembatan ini baru selesai dikerjakan dua bulan sehingga betonnya belum kering. Seharusnya jembatan digunakan tiga bulan setelah selesai dibangun,” jelasnya.
Sedangkan Sujadi, pelaksana dari CV Eka Karya mengatakan, pembangunan jembatan dikerjakan 90 hari kerja. Jembatan masih dalam tanggung jawab rekanan dan belum diserahkan kepada Pemkab Pandeglang. Kata dia, siap bertanggung jawab dan membangun kembali jembatan.
Ketika disinggung dari mana dana yang akan digunakan untuk membangun kembali jembatan, Sujadi tak mau berkomentar. “Yang jelas kontraktor akan bertanggung jawab. Mengenai dana akan dibicarakan dengan pemkab,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Pandeglang Wahyudin Wahab mengatakan, sudah pernah menegur Kepala Bidang Bina Marga DPU Pandeglang, Memed, terkait pembangunan jembatan. Waktu itu, Komisi D meninjau pembangunan jembatan dan menemukan ada keganjilan dalam konstruksi jembatan. Namun DPU menjamin bahwa konstruksi jembatan sudah baik dan bisa bertahan lama. “Itu jaminan dia saat kami tegur. Namun kenyataan sekarang, jembatan itu ambruk sebelum diserahterimakan kepada pemkab. Meski rekanan bertanggung jawab, tetapi masyarakat tetap rugi. Semestinya jembatan bisa digunakan, kini malah harus mulai dari nol lagi,” katanya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: