SAMBUTAN GUBERNUR PROVINSI BANTEN

12 12 2004

SAMBUTAN GUBERNUR PROVINSI BANTEN
DALAM ACARA
HARI PEGUNUNGAN INTERNASIONAL

Hari : Sabtu
Tanggal : 11 Desember 2004
Pukul : Desa Pasir Peteuy
Kecamatan Cadasari
Kabupaten Pandeglang
Bismillahi rahmani rohiim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
Yth. Bapak Menteri Negara Lingkungan Hidup RI
Yth. Perwakilan FAO Jakarta
Yth. Gubernur DKI Jakarta
Yth. Gubernur Jawa Barat
Yth. Ketua DPRD Propinsi Banten
Yth. Ketua DPRD Kabupaten / Kota se-Propinsi Banten
Yth. Bupati/Walikota se-Propinsi Banten
Serta Hadirin Undangan Yang Berbahagia
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan arunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sehingga pada hari ini kita dapat
bersilaturahmi dalam acara Peringatan Hari Pegunungan Internasional di Kabupaten
Pandeglang Propinsi Banten.
Atas nama Pemerintah Propinsi Banten saya mengucapkan selamat dating kepada
Bapak Menteri Negara Lingkungan Hidup, beserta tanu undangan lainnya dan mohon
maaf atas segala kekurangan. Kami menyambut gembira atas terselenggaranya kegiatan
ini, dan mengugcapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada FAO dan
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang telah memlih Propinsi Banten
sebagai tempat penyelenggaraan Hari Pegunungan Internasional tahun 2004ini, semoga
kegiatan ini akan berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua.

Banten sebagai Propinsi ke 30 memiliki potensi sumber daya alam yang cukup
besar untuk dapat dijadikan modal dasar pembangunan, salah satu sumber daya alam
dimaksud adalah keberadaan ekosistem pegunungan. Gunung Aseupan, Gunung Karang
maupun Gunung Pulosari (Akarsari) merupakan asset Propinsi Banten yang harus kita
jaga kelestariannya karena disamping sebagai resapan air, Gunung Akarsari mempunyai
kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversity). Gunung Akarsari secara administrasi
sebagian besar terletak di Kabupaten Pandeglang dan sebagian kecil berada di Kabupaten serang tetapi secara ekologi merupakan bagian hulu DAS Ciujung, Ciliman dan Cidanau.
Dilihat dari letak geografisnya, maka permasalahan pengelolaan ekosistem Pegunungan
Akarsari bukan hanya saja tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Serang
maupun Pemerintah Propinsi banten, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua
(seluruh stakeholders) oleh sebab itu kita perlu duduk bersama untuk mensinergiskan
kegiatan serta pengelolaannya, baik Pemerintah, Dunia Usaha serta Masyarakat, sehingga pelestarian ekosistem Pegunungan Akarsari dapat dipertahankan yang pada akhirnya seluruh sektor pembangunan bisa berkelanjutan.
Pelestarian ekosistem Pegunungan Akarsari sangat penting bagi perlindungan
penyangga kehidupan sekitarnya, terutama untuk :
a. Perlindungan kualitas dan kuantitas debit air,
b. Perlindungan sumber air baku, air minum dan air untuk industri Cilegon,
Tangerang dan Serang,
c. Perlindungan proses ekosistem wilayah (iklim mikro, produksi oksigen, serta
biodiversity),
d. Perlindungan dari bahaya banjir, longsor maupun kekeringan.

Hadirin yang Berbahagia,

Dalam rangka pengelolaan dan pelestarian ekosistem Pegunungan Akarsari akan
ditemukan berbagai permasalahan baik masalah ekologi, social, ekonomi serta budaya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Pegunungan Akarsari tingkat kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan masih sangat rendah, hal ini bukan saja karena sikap dan perilaku tingkat kemampuan untuk mencukupi kehidupan masih sangat rendah, sehingga kecenderungan untuk mengeksploitasi kawasan ekosistem Pegunungan Akarsari tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi.

Seperti kita ketahui bersama illegal logging, perubahan fungsi lahan, serta
lemahnya penegakkan hokum mrupakan sumber kerusakan dari ekosistem pegunungan.
Masalah besar yangbersifat global pada saat ini adalah krisis ekologi dan krisis
moral. Krisis ekologi yang dihadapi berakar dari sikap umat manusia yang kurang
memperhatikan norma-norma moral dalam hubungannya dengan lingkungan hidup secara luas. Kondisi tersebut makin diperparah dengan minimnya pengertian dan pemahaman secara ilmiah seluruh stakeholders tentang pentingnya lingkungan hidup. Walhasil minimnya pengetahuan, rendahnya penegakan hokum ditambah dengan krisis ekonomi menjadikan lingkuangan hidup dan sumber daya alam sebagai korban dari respon manusia menghadapi kondisi yang menerpa dirinya.
Hal ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut karena Ekosistem Pegunungan
merupakan titipan atau amanah bagi anak cucu kita sebagai generasi penerus dimasa yang akan dating. Masalah tersebut terjadi karena kita belum mempunyai komitmen yang sama dari seluruh stakeholders bahwa Ekosistem Pegunungan merupakan proses mata rantai yang asngat panajng dan saling terkait dan ketergantungan satu sama lain, dan apabila salah satu unsur mata rantai saja hilang menyebabkan terganggunya seluruh mata rantai jaringan kehidupam.

Hadirin yang Berbahagia,

Perlu kami sampaikan kepada Bapak Menteri Negara Lingkungan Hidup serta
seluruh hadirin bahwa beberapa hari yang lalu di Propinsi banten telah ditandatangani
Naskah Kesepahaman antara Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC) dengan pihak
Krakatau Tirta Indiutri (KTI).
Kedua belah pihak telah bersepakat untuk merehabilitasi, memelihara dan melestarikan
fungsi DAS Cidanau sebagai salah satu sumber daya alam yang menjadi modal dasar
pembangunan di wilayah Propinsi Banten dan membangun hubungan yang saling
menguntungkan antara masyarakat hulu dan hilir di DAS Cidanau melalui mekanisme
pembayaran jasa lingkungan.

Dalam rangka penglolaan Kawasan Pegunungan Akarsari P:ropinsi Banten sebagai menara air yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Pegunungan Internasional,
maka pada hari ini juga akan dilaksanakan penandatanganan naskah kesepakatan bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Cilegon dalam rangka meningkatkan fungsi Kawasan Pegunungan Akarsari sebagai menara Air, melalui rencana aksi bersama.
Hadirin yang Berbahagia,
Kita berharap dengan adanya kesepakatan tersebut merupakan langkah awal
dalam rangka pencapaian tujuan pengelolaan kawasan ekosistem pegunungan, yaitu
mengembangkan keseimbangan antara fungsi ekosistemnya dengan kegiatan kehidupan
manusia untuk meningkatkan masyarakat yang adil dan berkelanjutan.
Demikian beberpa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang
berbahagia ini, semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa berkenan
melimpahkan rahmat dan ridho-Nya dalam setiap langkah perjuangan dan pengabdian
kita kepada bangsa dan negara yang cintai bersama.

Wabilahitaufik wal hidayah Wassalamu alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR PROPINSI BANTEN
ttd
H. D. MUNANDAR


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: